Yach , kisah yang mungkin tak biasa di ungkapkan dengan kata-kata , hemm Rhisa masih asyik dengan buku diary nya , sambil melihat-lihat keindahan bintang di balik jendela kamarnya , entah kenapa ia tiba- tiba saja teringat peristiwa , 13 tahun silam , yang ,masih menyisakan luka hati yang paling dalam , Dulu , saat Rhisa masih SD , Rhisa punya teman , yach bisa di bilang sahabat lah , namanya Dhina .Hubungan mereka cukup dekat , bisa di bilang seperti saudara, berhubung umur Dhina lebih muda dari Rhisa , jadi Dhina sudah Rhisa anggap seperti saudara sendiri , Segala susah dan senang mereka berbagi bersama , begitu juga dengan orang tua Rhisa yang sudah menganggap nya seperti anak sendiri , terutama ayah nya Rhisa. Ayah Rhisa begitu sangat menyayangi Dhina seperti beliau menyayangi anak nya Rhisa . Tapi semua itu hanya sesaat , semua berubah menjadi perih yang sampai saat ini masih Rhisa rasakan , semua berawal saat ayah Rhisa sakit keras , saat itu...